Sampah Juga Bisa Jadi Bisnis Menguntungkan Lho. Ini Buktinya

Sampah Juga Bisa Jadi Bisnis Menguntungkan Lho. Ini Buktinya

Punya bisnis sendiri bisa dibilang merupakan impian kebanyakan orang. Jelas dong. Jadi bos dan menggaji diri sendiri, siapa yang gak mau?

Tapi, yang enak-enak itu biasanya susah didapat. Termasuk bisnis.

Kalau mau buka usaha sih semua orang juga bisa. Yang sulit itu membuka usaha yang menguntungkan dan tahan lama.

Nah, kalau yang satu ini sudah pasti urusannya sama ide. Gak usah repot-repot mikirin modal kalau ide usaha aja belum punya. Bener gak?

Lalu gimana caranya dapat ide bisnis yang oke? Tentunya sudah pasti cari yang unik, target pasarnya jelas, dan potensinya cerah di masa depan. Contohnya seperti eco-business atau bisnis ramah lingkungan.

Eco-business adalah sebuah aktivitas usaha yang berorientasi kepada pelestarian lingkungan. Jadi, gak hanya bertujuan mendapatkan cuan, pelaku bisnis ini juga berkomitmen turut menjaga lingkungan dan memberdayakan warga sekitar dalam menjalankan bisnisnya. Mulia banget, kan?

Nah, salah satu contohnya adalah bisnis pengolahan sampah. Dengan memanfaatkan bioteknologi, sampah di sekitar kita bisa diolah kembali untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan.

Iyan Awaludin Heriyanto merupakan salah satu pelaku bisnis ini. Dia memanfaatkan sampah di sekitar lingkungannya untuk diolah kembali menjadi produk pertanian dan bahan pengurai sampah organik, seperti bioenzim, biopestisida, pupuk, dan masih banyak lagi.

Tak tanggung-tanggung, pendiri toko online AwalPermata ini bahkan bisa mengantongi omzet hingga Rp 1,2 miliar selama 2016 dari penjualan produk-produk bioteknya tersebut. Menarik, kan?

Menurut Iyan, usaha pengolahan sampah dengan bioteknologi bisa menjadi opsi yang patut dilirik bagi kamu yang ingin berbisnis. Mengapa? Berikut ini alasannya:

1. Demand akan terus meningkat

Produksi sampah di Indonesia kini bisa dibilang sudah memasuki level yang mengkhawatirkan. Pada 2016 saja, jumlah sampah yang dihasilkan di negara ini sudah mencapai 65 juta ton per tahun. Dan pada 2019, diprediksi produksi sampah meningkat menjadi 67,1 juta ton.

sampah juga bisa jadi bisnis
Semakin tinggi permintaan berarti semakin cerah juga prospeknya (sampah bantar gebang/okezone)

Menurut Iyan, ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan meningkatnya produksi sampah, sudah pasti jasa pengolahan sampah akan semakin dibutuhkan. Dan di sinilah pemanfaatan bioteknologi dapat dioptimalkan sebagai ide bisnis. Kalau gak ada yang mengolah, terus siapa yang mau ngurusin sampah-sampah yang menumpuk?

2. Target pasar jelas

Siapa yang bakal beli produk-produk biotek yang dihasilkan dari sampah ini? Jawabannya sudah jelas, mulai dari petani, aktivis lingkungan, sampai pengelola TPA atau tempat pembuangan akhir.

Berhubung pemasok produk seperti ini masih belum banyak di pasaran, Iyan mengatakan saat ini persaingan masih belum ketat. Menurutnya, selama mampu dan rajin membangun relasi, maka permintaan pasti akan selalu ada.

3. Modal minim

Iyan mengaku, untuk memulai bisnis ini, dirinya hanya bermodalkan alat-alat lab yang disediakan dari kampus.

“Kebetulan saya kuliahnya di luar negeri, dan saya sudah mulai coba-coba bisnis ini pas kuliah. Jadi semua alat yang saya pakai waktu itu ya dari kampus,” ujarnya sambil tertawa.

sampah juga bisa jadi bisnis
Modal gak gede-gede amat. Bisa lah jadi inspirasi bisnismu (Duit receh/oclym)

Meski begitu, kalau kamu berminat membuka usaha ini, kamu bisa siapkan modal Rp 30 juta untuk membeli alat-alat lab standar, uji sampel, dan juga packaging produk.

Ini pun, kata Ian bisa disiasati dengan mencari pembeli terlebih dulu sebelum produksi. Dengan begitu, kamu bisa meminta uang muka 50 persen kepada konsumen untuk membeli peralatan dan bahan baku.

4. Berkontribusi terhadap lingkungan sekitar

Gak hanya menguntungkan dari segi bisnis, usaha pengolahan sampah ini juga berkontribusi positif terhadap lingkungan sekitarmu. Gak cuma mengurangi sampah, kamu juga bisa mempekerjakan warga sekitar dan bahkan memberikan penghasilan tambahan kepada para pemulung.

Iyan mengatakan dirinya membeli sampah-sampah organik dari ibu-ibu rumah tangga dan juga pemulung di sekitar rumah dan kantornya. Meski begitu, tak jarang juga ada yang memberikan sampah secara cuma-cuma.

5. Proses balik modal yang cepat

Dengan produksi yang dilakukan by order, otomatis bisnis ini gak akan bikin rugi. Karena kamu cuma perlu keluar ongkos produksi ketika ada pemesanan.

sampah juga bisa jadi bisnis
Cepat balik modal dan omzet gede, itu namanya bisnis impian (grafik keuntungan/boostlink)

Yang perlu diperhatikan adalah adanya konsumen reguler. Oleh karena itu, Iyan menekankan pentingnya bermitra dengan institusi atau distributor yang bisa membantu penjualan produkmu dalam jumlah besar. Ini bisa dilakukan dengan lembaga pemerintah, dinas tata kota, atau LSM lingkungan.

Kalau kamu tertarik bikin bisnis seperti ini, bisa kok tanya-tanya langsung ke Iyan Awaludin di Forum DuitPintar. Dia bakal dengan senang hati berbagi kisah suksesnya sama kamu.

Walaupun potensinya cerah, jangan lupa kalau kamu perlu mengetahui cara dan proses bioteknologi itu sendiri. Kalau kamu gak paham, paling gak ajak partner bisnis yang ngerti dengan metode ini. Selamat mencoba ya!

 

 

[ Contek Kisah Sukses 4 Pengusaha Rantau Ini Biar Kamu Makin Semangat Berbisnis]

[ Mau Bikin Usaha Gak Usah Nunggu Modal Cukup. Ini Alasannya]

[ Kata Siapa Kehadiran Anak Bisa Bikin Bisnis Terhambat?]

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==