Lebih Aman dan Terlindungi dengan Pinjam Uang di Bank

Lebih Aman dan Terlindungi dengan Pinjam Uang di Bank

Lebih Aman dan Terlindungi dengan Pinjam Uang di Bank

Lebih Aman dan Terlindungi dengan Pinjam Uang di Bank

Salah satu cara yang paling disarankan kepada Anda yang sedang butuh uang adalah dengan pinjam uang di bank. Bank merupakan tempat yang paling aman untuk melakukan pinjaman. Sekalipun bank menetapkan bunga, namun bunganya lebih masuk akal dan terhitung tetap. Selain itu, bank terutama bank yang dikelola pemerintah, akan memberikan perlindungan berupa undang-undang kepada para nasabahnya. Sehingga, baik pihan bank maupun pihak nasabah terlindungi dengan hak dan kewajiban yang dimilikinya masing-masing.

 

Salah satu bentuk pinjam uang di bank yang paling banyak dipilih saat ini adalah KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Kredit yang diambil tanpa harus menjaminkan barang atau asset ini bisa dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan. Contohnya untuk biaya pendidikan, biaya pengobatan, traveling, hingga untuk biaya kredit rumah atau KPR. Dibandingkan dengan pinjaman yang menggunakan jaminan atau agunan, kredit ini lebih cepat cairnya. Namun, dalam beberapa persayaratannya lebih rinci lagi dan jumlah dana pinjaman yang diajukannya pun terbatas.

 

Untuk dapat pinjam uang di bank terpercaya yang menjamin keamanan nasabahnya, sebaiknya perhatikan hal-hal penting berikut ini.

 

  1. Pastikan bank yang dipilih memiliki reputasi yang baik dengan kredilitas yang juga diakui. Termasuk untuk jenis pinjaman KTA, pastikan bahwa persyaratannya mudah. Sekalipun pengajuan bisa dilakukan secara online, bank ini harus memiliki kantor cabang. Semakin banyak kantor cabangnya, semakin menjamin bahwa bank ini memiliki banyak nasabah dan sudah terpercaya.
  2. Bunga pinjaman KTA lebih besar dari pinjaman yang menggunakan jaminan. Ini dikarenakan KTA yang lebih beresiko bagi bank dibanding jenis pinjaman yang menggunakan jaminan tersebut. Setiap bank memiliki ketentuan masing-masing dalam penetapan bunganya. Coba Anda bandingkan antara satu bank dengan bank terpercaya lainnya dan cari yang bunganya paling ringan agar cicilan Anda pun terasa ringan.
  3. Disebutkan di atas bahwa pinajaman KTA jumlahnya terbatas, oleh karena itu harap perhatikan batas maksimal pinjaman ini. Dengan mengetahui limit ini, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan pinjaman serta besarnya cicilan per bulan agar sesuai dengan penghasilan. Biasanya,besarnya limit pinjaman ini akan diberikan dengan mempertimbangkan penghasilan per bulan hingga saldo dalam rekening sebagai acuan keadaan keuangan Anda dengan jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya.
  4. Adapun jangka waktu pinjaman atau jangka waktu cicilan pengembalian yang harus Anda penuhi. Walaupun untuk meringankan biaya Anda bisa memilih yang jangkanya paling maksimal, hingga 5 tahun. Namun, ada baiknya juga jika Anda bisa segera melunasi atau menutup pinjaman ini sebelum waktu tersebut. Selain itu, walaupun semakin lama jangka waktu pengembalian, cicilan memang akan semakin ringan. Tetapi bunganya, justru akan semakin besar.

 

Mengajukan pengajuan pinjam uang di bank tidak selalu berhasil. Ada juga yang ditolak. Alasannya antara lain karena:

 

  1. Track record yang tidak baik. Apabila sebelumnya Anda pernah meminjam uang di bank dan mengalami kredit macet, bahkan sampai tercatat dalam daftar blacklist, kemungkinan ditolak pengajuannya sangat besar. Kredit macet bisa menyebabkan Anda di blacklist tidak hanya di satu bank tempat dimana sebelumnya Anda meminjam, tapi di bank-bank lainnya juga.
  2. Jika pengajuan pinjamannya berupa pinjaman dengan jaminan, kemungkinan pinjaman Anda ditolak karena barang yang dijaminkannya tidak atau kurang layak dengan nilai jual yang tidak dapat memenuhi pinjaman tersebut.
  3. Pada jenis pinjaman KTA, kemungkinan pengajuannya ditolak karena penghasilan per bulan yang kurang memenuhi untuk bisa membayar cicilan setiap bulannya dari jumlah dana yang diajukan sebagai pinjamannya tersebut.
  4. Pada pinjaman yang diajukan untuk KPR, kredit mobil, atau modal usaha, kepemilikan modal juga akan menjadi pertimbangan. Apabila pinjaman yang diajukan 100% untuk dialokasikan pada kredit tersebut, kemungkinan pinjaman akan ditolak. Bank akan menganggap Anda kurang bertanggung jawab. Bank hanya akan memberikan 70% biaya pinjaman dan 30%nya harus dari modal Anda sendiri.
  5. Pada pengajuan dana pinjaman untuk usaha, kemungkinan usia usahanya yang masih berjalan sebentar atau terlalu muda menjadi alasan ditolaknya pengajuan pinjaman dana tersebut. Bank biasanya akan meminta catatan keuangan bisnis atau usaha yang sedang dirintis oleh pihak nasabah yang akan melakukan pinjaman usaha tersebut.
  6. Kemungkinan terakhir pengajuan pinjaman ditolak adalah karena data-data yang Anda masukan dalam persyaratan pengajuan tersebut tidak valid. Anda harus mengisi data dengan jujur. Apalagi pihak bank nantinya juga akan melakukan survey hingga wawancara yang membuat Anda tidak bisa berbohong mengenai data-data tersebut.

 

Jadi, apabila ingin pengajuan pinjaman Anda diloloskan pihak bank maka:

 

  • Isilah semua data dengan lengkap dan benar. Siapkan semua persyaratan yang harus ada dengan lengkap. Contohnya fotocopy KTP, akta nikah, kartu keluarga, slip gaji, dan buku tabungan.
  • Jika Anda mengajukan jenis pinjaman dengan jaminan atau agunan, maka siapkan juga barang oenjamin tersebut. Untuk tanah atau rumah berupa sertifikat dan untuk kendaraan berupa BPKB atau STNKnya.
  • Pastikan Anda tidak sedang meminjam atau memiliki hutang pada bank lain. Perlu diketahui bahwa antara satu bank dengan bank lain akan saling bertukar informasi ketika memerlukan data nasabah sebagai informasi apakah Anda sedang terlibat pinjaman di salah satu bank lainnya atau tidak.
  • Semakin lancar kondisi keuangan Anda, semakin mudah pula pengajuan pinjaman ini diloloskan. Bahkan, track record Anda mengenai kredit macet ini bukan hanya peminjaman pada bank saja, tapi juga jasa keuangan atau tempat pinjam uang lainnya.
  • Ketika ditanya mengenai tujuan peminjaman uang ini, pada proses survey atau interview, berikan alasan yang jujur dan logis. Jangan mengada-ada, melebih-lebihkan agar pihak bank terkesan.

Misalnya untuk modal usaha, jelaskan secara rinci mengenai usaha Anda tersebut dengan rencana ke depan dan prospeknya selama ini.

  • Saat pihak bank menanyakan seputar pinjaman yang diajukan tersebut, cobalah untuk bersikap nyaman dan santai. Jangan ragu-ragu apalagi terburu-buru. Rasa percaya diri Anda dalam menjawab akan menjadi bagian dari kejujuran yang Anda perlihatkan kepada pihak bank tersebut.
  • Susunlah pengajuan, khususnya untuk pengajuan pinjaman bisnis dengan format yang rapi, ringkas, dan jelas seperti halnya proposal. Termasuk juga untuk laporan keuangan perusahaan atau usaha tersebut.

Jangan buat laporan secara asal dan mengada-ada, yang membuat bingung bahkan tidak masuk akal menurut pihak mereka.

  • Kejujuran Anda juga harus ditunjukan dengan memberikan semua dokumen persyaratan asli yang Anda miliki, bukan hasil mencuri data atau meminjamnya dari orang lain. Jangan berniat memalsukannya. Karena, jika ketahuan maka Anda bisa kena pasal pemalsuan dokumen. Bukannya mendapat pinjaman uang, melainkan berakhir dengan kena pidana.

 

Untuk membuktikan keaslian dokumen, jika yang diminta hanya fotocopynya saja, dokumen asli tetap harus dibawa dan diperlihatkan jika pihak bank menanyakannya.

 

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==