Kamu Pilih Mana, DP Rumah Pertama atau Mengadakan Pernikahan Mewah?

Kamu Pilih Mana, DP Rumah Pertama atau Mengadakan Pernikahan Mewah?

Kalau jawabnya lama banget, tanda lagi galau. Bila jawabnya cepat, pasti sudah punya rencana. Begitu reaksi kalau disodori pertanyaan, mau bikin pernikahan mewah atau siapkan uang muka rumah dulu.

Enaknya enggak usah milih. Dapat dua-duanya. Tapi kan hidup ini pilihan. Tak banyak yang dikaruniai kenikmatan bisa lakoni pernikahan mewah sekaligus bisa beli rumah.

[ Tips Hemat Sebar Undangan Nikah ke Handai Taulan]

Sebenarnya menikah atau beli rumah adalah dua hal yang tak perlu dipertentangkan. Segerakanlah menikah ketika sudah dalam usia matang dan siap menjadi tumpuan. Kemudian baru bicara rumah bersama pasangan.

Lain halnya belum siap, maka bisa mengalokasikan dana untuk membeli rumah. Kemudian barulah memikirkan pernikahan saat waktunya tiba.

Faktanya tak sesederhana itu. Tetap saja mengambil keputusan menikah secara mewah atau alokasikan dana untuk DP rumah pertama bukan perkara mudah.

Biar membuka pandangan, coba deh cek dulu beberapa hal berikut ini biar ada hati makin mantab dan tiada galau lagi.

1. Siapkan Diri

Seperti disebutkan sebelumnya, faktor utama mengambil keputusan antara menikah atau uang muka rumah adalah masalah kesiapan diri. Tidak bisa disebut menunda menikah untuk bisa membeli rumah lebih baik daripada mendahului menikah dan menomorduakan rumah.

dp rumah pertama
Momen pernikahan bakal dikenang sampai kapanpun, gak heran kalau pasangan rela merogoh kocek dalam-dalam

Lagi-lagi dua hal itu tak bisa dipertentangkan. Sah-sah saja bersama pasangan bermimpi bisa menikah secara mewah. Terus tak bisa disalahkan juga berkhayal bisa punya rumah dulu.

2. Pertimbangan masak-masak

Memutuskan dua hal yang sama-sama berpengaruh terhadap masa depan menuntut pertimbangan yang masak. Menikah dan membeli rumah merupakan putusan ‘next level’. Keputusan yang berpengaruh di hari esoknya.

Sektor finansial bisa jadi dasar utama dalam pertimbangan. Katakanlah dikaruniai finansial yang bagus, tak ada salahnya mendahului pembelian rumah. Begitu urusan pesta pernikahan usai, ada tempat yang langsung bisa ditinggali.

Opsi kedua, menikah dulu. Hanya tak semua anggaran dihabiskan untuk resepsi pernikahan. Ada sebagian yang dialokasikan untuk uang muka rumah. Nah asyiknya opsi ini adalah membeli rumah menjadi keputusan bersama yang pertama dibuat setelah berstatus pasangan suami istri.

[ Menikah Bisa Bikin Makmur Lho, Asal Terapkan Jurus Ini]

Hanya sekali lagi, antara opsi pertama dan yang kedua tidak bisa dinilai secara apple to apple. Keduanya tetap sama baiknya.

3. Harga properti

Menunda beli rumah dianggap keputusan yang buruk mengingat harga properti yang terus naik. Tak salah sih. Memiliki rumah sama halnya memiliki aset yang nilainya akan terus bergerak naik.

dp rumah pertama
Properti emang kadang jadi sumber kegalauan, butuh pertimbangan ini-itu sebelum mantap ngasih DP

Ini yang bisa jadi sumber kegalauan antara menikah dulu atau beli rumah dulu. Kalau sudah begini, jangan egois dong. Lebih baik kegalauanya dibagi sama pasangan.

Ajaklah dia diskusi seputar opsi beli rumah atau menikah dulu. Dari situ akan didapat keputusan bersama yang melahirkan konsensus. Siapa tahu pasangan punya ide brilian yang kadang tak terpikirkan sebelumnya. Coba deh!

Cek Ini Dulu Sebelum Nikah

Menikah itu bawa rejeki. Itu setuju banget. Cuma tetap diingat, menikah itu urusan jangan panjang dan hidup bersama pasangan hingga ajal menjemput.

Di samping itu, menikah juga terkait urusannya dengan persoalan finansial. Masalah finansial yang dialami pasangan secara otomatis jadi masalah kita juga setelah ijab kabul dilakukan. Praktis, masalah finansial ini bakal berpengaruh terhadap keputusan keuangan lainnya, misalnya membeli rumah.

[ Silakan Ambil Pinjaman Bank untuk Menikah, Asalkan Tahu Syaratnya]

Maka itu, sebelum menikah, coba cek hal-hal berikut ini yang terkait dengan finansial.

1. Utang

Pastikan kartu kredit kita dan pasangan sudah dilunasi. Ingat ya, kegagalan bayar kartu kredit bisa memengaruhi skor kredit dan tercatat buruk di BI Checking. Skor kredit yang buruk akan mempersulit pengajuan kredit rumah. Kan enggak enak dong, ketika pasangan skor kreditnya bagus tapi kita jelek, bikin masalah saat kredit rumah.

[ BI Checking Jadi Sumber Masalah Aplikasi Ditolak]

Selain utang kartu kredit, cek juga utang lainnya sudah beres. Entah itu kredit kendaraan atau kredit konsumsi lainnya.

Tanyakan ke pasangan, apakah masih ada tanggungan utang yang belum kelar. Ketika belum, lebih baik dirembug dulu. Maklumlah, menikah itu adalah titik di mana kita menanggung dan menjadi penanggung bagi pihak lain.

dp rumah pertama
Punya aset kayak emas itu pilihan bagus. Bisa jadi sumber investasi yang oke

2. Aset

Syukur-syukur kita atau pasangan punya aset. Misalnya logam mulia, tabungan, atau bisa juga rumah. Keren kan kalau pasangan bisa beli rumah saat masih single. Lagi pula, beli rumah itu bukan kewajibannya dari pihak cowok, dari pihak cewek juga bisa kok.

Memang sih lebih keren dari pihak cowoknya mengingat rumah itu bisa jadi mas kawin yang disebut saat akad nikah. Begitu resmi, silakan diskusi untuk menjual mas kawin itu sebagai modal uang muka untuk beli rumah lebih besar lagi.

3. Finansial

Urusan satu ini terkait banget buat menjawab pertanyaan kira-kira berapa tabungan dan aset yang idealnya dimiliki dulu sebelum menikah. Bisa jadi semua orang punya jawaban yang berbeda-beda.

Biar gampangnya, tabungan atau aset yang dimiliki itu minimal cukup untuk dialokasikan untuk empat kepentingan yang menuntut pengeluaran besar. Empatnya itu adalah biaya nikah, uang muka rumah, biaya hidup minimal enam bulan, dan biaya kelahiran anak.

Sekali lagi itu idealnya. Jadi bukan berarti sebuah keharusan. Bisa saja saldo tabungan dan aset baru bisa cukup untuk biaya nikah dan uang muka rumah, maka bisa menunda kelahiran anak. Intinya sih disesuaikan dengan kebutuhan.

Kok jadi panjang ya penjelasannya? Ya mesti begitu. Memutuskan siapkan duit untuk uang muka rumah atau pun menikah memang enggak bisa sembarangan. Hanya jangan pula berlama-lama mempertimbangkannya.

dp rumah pertama
Yang jelas, sebelum memutuskan sesuatu, bicarakan dulu dengan pasangan

Tetap percaya sama Tuhan dong. Pasti Dia memberikan yang terbaik. Bagaimana pun, menikah dan beli rumah sama-sama kenikmatan dari Tuhan.

 

Image credit: 

  • http://4.bp.blogspot.com/-xWzhZeEPK7Q/Uv5z1PLuqwI/AAAAAAAAAJU/sTZThho-DAY/s1600/tempat-hotel-pernikahan-mewah.jpg
  • https://id2-cdn.pgimgs.com/cms/news/2016/01/FIMG-GRKR.original.jpg
  • http://img.bisnis.com/posts/2016/06/20/559511/emas1.jpg
  • http://i.huffpost.com/gen/1965711/images/o-FAMILY-WEDDINGS-facebook.jpg

Tags: beli properti, kredit properti

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *