Jangan Salah Pilih! Ini Asuransi yang Tepat untuk Anggota Keluarga

Jangan Salah Pilih! Ini Asuransi yang Tepat untuk Anggota Keluarga

Senangnya punya keluarga kecil bahagia. Pastinya kita gak mau kebahagiaan itu terenggut tiba-tiba karena hal di luar kuasa.

Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kita gak bisa menerka apa yang akan kita alami di kemudian hari. Jangankan besok, satu menit ke depan bisa saja kita dirundung duka entah karena apa.

Itulah kenapa layanan asuransi disediakan. Fungsinya seperti payung yang mesti disediakan ketika cuaca mendung.

Mendung gak berarti hujan. Tapi gak ada salahnya menyiapkan payung untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk itu.

Dalam hal keluarga, setiap anggotanya bisa mendapat “payung” yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Anak yang masih kecil tentunya gak bakal diberi payung besar. Begitu pula sebaliknya.

asuransi yang tepat
Punya asuransi ibarat sedia payung sebelum hujan (payungan/Robertson)

Untuk membedah asuransi yang tepat buat keluarga kecil, mari kita simak poin penjelasan berikut ini:

Untuk ayah:

Sebagai pencari nafkah, asuransi jiwa sangat diperlukan buat ayah. Fungsinya sebagai antisipasi terhadap kejadian fatal seperti cacat permanen dan kematian.

Misalnya terlibat kecelakaan di jalan dan cacat, sehingga gak bisa bekerja. Pemasukan jadi hilang, fondasi keuangan keluarga pun goyah dan mungkin ambruk.

Dengan adanya asuransi jiwa, keluarga bisa lebih tenang ketika ayah berangkat kerja. Saat tragedi itu betul jadi kenyataan, ada uang pertanggungan yang diberikan perusahaan asuransi.

Ada satu opsi lagi, yakni asuransi kesehatan. Namun jika sudah ada asuransi dari kantor, opsi ini bisa ditinggalkan. Toh, pastinya sudah ikut BPJS Kesehatan juga karena diwajibkan undang-undang.

Untuk ibu:

Asuransi kesehatan bisa digeser untuk diberikan ke ibu, jika beliau bukanlah pencari nafkah utama. Meski berstatus wanita karier, asuransi kesehatan masih diperlukan.

asuransi yang tepat
Ibu pun butuh asuransi (Ibu dan anak/Brilio)

Plafon asuransi kesehatan dari kantor untuk biaya melahirkan, misalnya, kadang gak cukup untuk ongkos persalinan. Masalah ini bisa diantisipasi dengan ikut asuransi kesehatan yang meng-cover biaya persalinan.

Bila penghasilan ibu lebih besar daripada ayah, pertimbangkan untuk ikut asuransi jiwa juga. Alasannya sama, yakni untuk menjaga roda ekonomi keluarga tetap berjalan saat terjadi insiden yang gak diinginkan.

Untuk anak yang baru lahir:

Buat anak, pendidikan sangatlah penting. Tapi buat anak yang baru lahir, lebih penting asuransi kesehatan. Asuransi pendidikan bisa diberikan ketika anak lebih besar, setidaknya berusia 3 tahun.

Anak yang baru lahir rentan sakit, sehingga asuransi kesehatan dinilai sebagai opsi paling pas. Kita tentu gak berharap sang buah hati sakit-sakitan. Namun gak ada salahnya berjaga-jaga, terlebih jika hidup di perkotaan yang lingkungannya relatif penuh polusi.

Minimal BPJS Kesehatan sudah di tangan. Hal ini juga berlaku buat anggota keluarga lainnya.

Dari pemaparan di atas, tiap anggota keluarga punya kebutuhan tersendiri akan asuransi. Jika keliru mengambil layanan yang dibutuhkan, malah dana polis bisa mubazir.

Saat hendak mencari produk yang pas, jangan lupa membandingkan satu dengan yang lainnya. Polis murah jadi patokan, tapi bukan satu-satunya.

asuransi yang tepat
bandungkan mana yang paling menguntungkan ( bandingkan asuransi yang pas/Technology Advice)

Kalau mau cari polis murah, banyak. Pertanyaannya, seberapa banyak manfaat yang ditawarkan? Cocok atau tidak dengan kebutuhan?

Sebaliknya, polis asuransi mahal gak selalu menandakan manfaatnya pas dengan kebutuhan. Cari yang sedang-sedang saja, asalkan kebutuhan yang jadi acuan.

Poin yang mesti diperhatikan ketika memilih asuransi yang tepat adalah:

  • Polis: cari yang manfaatnya paling banyak dan klaim mudah
  • Uang pertanggungan: cari yang paling besar
  • Kredibilitas perusahaan: cari yang sudah punya nama besar meski nama besar gak selalu menandakan perusahaan itu kredibel
  • Riwayat klaim perusahaan: cari referensi dari pihak yang pernah mengurus klaim di perusahaan itu. Pastikan riwayatnya bagus dan prosesnya gak ribet.

Sesuaikan polis dengan kemampuan keuangan. Harus ada pengaturan yang tepat agar gak ada kebocoran finansial di keluarga.

Last but not least, jangan lupa baca baik-baik syarat dan ketentuan dalam polis asuransi. Bahkan tulisan terkecil mesti dipahami, biar gak ada salah paham di kemudian hari.

 

 

Yang terkait artikel ini

[Baca: 2017 Masih Aja Boros? Coba Atur Keuangan Kamu dengan 4 Cara Ini]

[Baca: Kalau Sudah Punya BPJS Kesehatan Apa Masih Perlu Asuransi Swasta?]

[Baca: Kenali Jenis Asuransi Kesehatan Dan Metodenya Biar Ga Bingung Waktu Klaim]

 

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *