Istri Kerja Membantu Keuangan Keluarga, Eh Kok Masih Kurang Aja

Istri Kerja Membantu Keuangan Keluarga, Eh Kok Masih Kurang Aja

‘Hidup di Jakarta itu keras. Enggak cukup andalkan pendapatan suami!’

Paham maknanya? Yup, kudunya istri kerja membantu keuangan keluarga biar dapur tetap ngebul, tagihan lunas, plus jatah jajan anak lancar jaya.

Kebanyakan itu alasan istri ‘turun gunung’ (baca: kerja). Setidaknya dengan urun rembugnya istri cari duit bisa meringankan beban suami. Dan yang terpenting, tujuan finansial yang disusun lebih cepat terealisasi.

Di sisi lain, ada juga yang membuktikan kalau istri tak sekadar jago kandang yang mengurus suami, anak, atau di rumah saja. Lebih dari itu, dia juga jago menghasilkan uang tambahan.

Lantas pertanyaannya, apakah istri yang ikutan turun tangan mengais rezeki sanggup menyelesaikan solusi keuangan?

Enggak ada jawaban pasti. Lagi pula sulit mengukurnya. Ketika suami dan istri sama-sama berpenghasilan, kadang kala belum menjamin hidup lebih makmur. Masalah keuangan tetap saja menghantui.

Padahal secara teoritis tentu berkebalikan karena ada penghasilan tambahan dari istri yang bekerja. Terus apa yang salah kalau terus-terusan merasa kurang?

Mungkin asumsi di bawah ini bisa menjadi biang keladi kenapa istri kerja tetap tak bikin perubahan keuangan keluarga.

Istri Kerja Membantu Keuangan Keluarga 1
Bagi tugas juga bisa kok selama weekend. (istri kerja/deseretdigital)

1.Gaya hidup berubah

Ketika keuangan keluarga masih mengandalkan suami, istri biasanya sangat piawai mengaturnya. Yang menonjol adalah sikap superselektif saat belanjakan uang.

Hidup irit dan hemat jadi rumusnya. Sayangnya, pola dan gaya hidup hemat ini umurnya enggak panjang saat istri bekerja.

Muncul sifat ‘lebih mampu’ belanja lebih banyak dari biasanya karena di alam bawah sadar tertanam pikiran ‘punya duit lebih’ dari biasanya.

Konkretnya, keinginan menghamburkan duit begitu menggebu-gebu. Praktis, gaya hidup konsumerisme langsung menjangkiti. Niat awal bantu-bantu suami memenuhi nafkah keluarga sudah bergeser.

Ketika pemasukan ada lebihan dan di saat bersamaan pos-pos pembelanjaan bertambah, sama saja enggak ada perubahan. Inilah yang membuat tambahan penghasilan dari istri yang bekerja sama sekali tak berasa efeknya.

2. Godaan berutang

Menahan diri enggak berutang jadi siasat paling jitu agar penghasilan suami mencukupi. Berutang selalu dijadikan momok yang bakal merunyamkan keuangan keluarga.

Tapi prinsip ini sulit diterapkan ketika istri punya penghasilan. Muncul godaan untuk berutang. Wajar sih setelah merasa ada penghasilan tambahan, maka lahirlah keberanian berutang.

Kehadiran utang secara otomatis menambah beban pengeluaran. Ironis lagi ketika utang itu dibuat untuk hal yang sifatnya kurang produktif. Singkatnya, lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Belum lagi jeratan utang itu disertai bunga yang tinggi. Wah, repot urusannya ketika gagal bayar sebelum jatuh tempo.

Istri Kerja Membantu Keuangan Keluarga 2
Gak bisa dimungkiri, kondisi finansial juga turut memengaruhi keharmonisan loh. (relationship/bisikan)

3. Potensi gangguan kesehatan

Konsekuensi lain dari istri bekerja adalah terbukanya potensi gangguan kesehatan. Mengurus rumah saja sudah menguras tenaga, apalagi ditambah dengan beban bekerja.

Stres, kelelahan fisik, istirahat kurang, jadi formulasi pas bikin badan korslet. Ketika mengalami gangguan kesehatan, sudah pasti menggerus keuangan. Biaya berobat enggak murah lho!

Bisa jadi masalah serius saat keuangan keluarga masih carut-marut. Apalagi kalau enggak punya asuransi kesehatan atau pun dana darurat.

Minimal tiga asumsi itu yang membuat keuangan keluarga berasa kurang terus meski istri bekerja. Sebenarnya asumsi itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi lebih sebagai bahan evaluasi.

Cukup atau kurangnya keuangan keluarga itu sangat relatif. Lagi pula ketika berbicara keluarga bukan semata-mata berangkat dari analisa untung-rugi.

 

Menikah Bisa Bikin Lebih Makmur Asalkan Lakoni Prinsip Keuangan Ini

Pengeluaran Impulsif Bikin Keuangan Amburadul

4 Bahaya Laten Utang yang Bikin Menyesal di Kemudian Hari

Tags: Gaya Hidup, NLW1636P01

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *