Deposito Syariah: Pilihan untuk Investasi Dini

Deposito Syariah: Pilihan untuk Investasi Dini

Deposito Syariah: Pilihan untuk Investasi Dini

Deposito Syariah: Pilihan untuk Investasi Dini

Seperti yang sudah umum kita ketahui bersama, kebanyakan masyarakat memilih deposit sebagai caranya untuk berinvestasi. Selain mudah, keuntungan yang bisa didaparkan pun ternyata bisa lebih tinggi dari tabungan biasa. Sistem deposito ini ini tidak hanya disediakan oleh bank konvensional, karena ternyata bank syariah pun menawarkan produk yang sama dengan tajuk deposito syariah. Sayangnya, masih terbilang cukup minim untuk jumlah masyarakat yang mengetahui jenis deposito ini.

deposito syariah

Lalu, apakah yang membedakan antara deposito konvensional dengan deposito syariah?

Jika kita melihatnya dari sisi cara kerja, akan sangat jelas tampak perbedaannya. Karena perbedaan utama yang sangat mencolok antara deposito konvensional dengan deposito syariah yakni terletak pada sistem pembagian keuntungannya. Deposito konvensional akan membagi keuntungannya sesuai dengan jumlah bunga yang diterapkan. Sementara deposito syariah akan menggunakan sistem bagi hasil sebagai cara pembagian keuntungannya.

Proses penghitungan bunga deposito konvensional menggunakan rumus tersendiri. Rumus tersebut juga tidak melulu sama, karena akan sangat bergantung pada banyak factor, seperti pertumbuhan ekonomi dan juga inflasi. Suku bunga pun akan berbeda-beda nilainya, tergantung pada kebijakan bank masing-masing tempat deposito tersebut dikeluarkan.

Jika dilihat dari sudut pandang agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa adanya bunga bank seperti itu adalah haram hukumnya karena termasuk dalam kategori riba. Alternatif yang digunakan adalah dengan sistem nisbah dengan pembagian hasil untuk kedua belah pihak yang membuat persetujuan dengan jumlah rasio yang telah disepakati oleh pihak bank dan juga nasabah itu sendiri.

Baca juga : Pinjaman Dan Kredit Bank Syariah

Kemudian, bagaimanakah cara kerja deposito syariah itu sendiri?

Deposito syariah ini menggunakan sistem akad mudharabah yang artinya nasabah memercayakan dananya agar dapat dikelola oleh bank dengan memegang prinsip syariah. Rasio keuntungan pun akan dijelaskan oleh pihak bank sebelumnya. Misalnya, ketika akad disepakati dengan rasio 65:35. Artinya, kita akan mendapatkan bagi hasil sebesar 65% dan bank mendapatkan 35%.

Dengan begitu, benarkan bahwa deposito syariah ini lebih menguntungkan?

Begini, ketika kita menyetorkan sejumlah dana sebagai deposito kepada sebuah bank syariah, maka bank tersebut akan menggunakan dana tersebut untuk diinvestasikan melalui instrument-instrumen yang sah dan diperbolehkan menurut hokum Islam. Misalnya, diinvestasikan ke sector riil seperti usaha kecil menengah (UKM).

Nah, jika UKM tersebut mendapatkan laba dari hasil usahanya, maka kita pun akan mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. Semakin besar keuntungan yang diperoleh oleh UKM tersebut, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan kita dapatkan. Dengan sistem yang berbanding lurus seperti ini, maka jika kinerja UKM turun kita akan mendapatkan penurunan keuntungan. Artinya, keuntungan dan risiko selalu muncul dalam satu paket. Tenor atau jangka waktu yang disesuaikan pun sama dengan deposito konvensional, yaitu antara satu bulan sampai dengan satu tahun. Jadi, kita dapat menyesuaikannya dengan tujuan dan kebutuhan.

Jadi, berapakah kira-kira keuntungan yang bisa didapatkan dari deposito syariah?

Misalnya, di bulan November kita menginvestasikan dana sejumlah Rp20 juta di bank syariah AZ. Dengan tenor 1 bulan, rasio nisbah 55:45, artinya kita akan menerima keuntungan sebesar 55%. Dalam satu bulan, bank syariah AZ berhasil menghimpun dana deposito Rp5 milyar dengan proyeksi keuntungan Rp50 juta. Maka berikut perhitungannya:

(Rp20 juta : Rp5 milyar) x 55% x Rp50 juta = Rp 110.000

Maka, keuntungan yang akan kita dapatkan dalam satu bulan, yaitu Rp 110.000. Cukup besar, bukan?

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba deposito syariah? Selain prosesnya yang mudah, risiko dari berinvestasi dengan jenis deposito ini pun terbilang minim. Meskipun pertumbuhan ekonomi sedang turun, kita bisa tetap mendapatkan keuntungan. Mungkin ini adalah pilihan yang tepat untuk kita yang ingin mencoba berinvestasi dini.

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==