Dari Wanita Karier Menjadi Ibu Rumah Tangga, Siap-Siap Kehilangan 5 Hal Ini

Dari Wanita Karier Menjadi Ibu Rumah Tangga, Siap-Siap Kehilangan 5 Hal Ini

Revolusi zaman sudah gak lagi pilih kasih. Terbukti dengan eksisnya perempuan di berbagai bidang profesi, bahkan jadi pemimpin negara. Keahlian memang gak ada kaitannya dengan jenis kelamin ya.

Kini perempuan punya kesempatan luas dalam berkarier walaupun sudah menikah dan memiliki anak. Selama mereka bisa membagi waktu dengan baik, kenapa gak?

Namun, gak sedikit juga perempuan yang sudah bertahun-tahun berkarier akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menjadi ibu rumah tangga karena satu dan lain hal.

Boleh aja sih. Tapi pikirkan dulu matang-matang. Sebab, ada beberapa hal yang akan hilang saat seorang wanita karier memutuskan untuk alih profesi jadi ibu rumah tangga. Ini lima di antaranya:

1. Gaji

Satu hal paling mencolok yang akan dirasakan oleh seorang perempuan yang memutuskan berhenti bekerja adalah gak lagi dapat gaji.

Walaupun suami sanggup memenuhi kebutuhan hidup keluarga dari gajinya sendiri, pasti tetap akan ada rasa kehilangan.

ibu rumah tangga
Ini nih yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pekerja hehehe (Gaji / sumut24)

Menerima gaji bisa jadi sebuah kepuasan dan kebanggaan tersendiri saat masih berstatus sebagai seorang pekerja. Mau membeli kebutuhan pribadi pun lebih leluasa, karena gak perlu minta ke suami.

Nah, kalau sudah jadi ibu rumah tangga pastinya gaji dari perusahaan sudah gak ada lagi. Diganti dengan gaji dari suami. Apa sudah siap secara mental maupun finansial untuk menggantungkan semua kebutuhan pribadi dari gaji suami saja?

2. Benefit atau fasilitas dari perusahaan

Tentu saja saat masih bekerja, gak cuma terima yang namanya gaji lho! Tapi, masih ada beberapa benefit alias fasilitas lain yang diberikan perusahaan demi menunjang kesejahteraan karyawan.

Fasilitas ini, antara lain asuransi, dana pensiun, bonus, insentif, THR, beasiswa kuliah lagi, dan lainnya. Nah, otomatis pada saat sudah gak terdaftar lagi sebagai karyawan dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga, semua fasilitas tersebut juga sudah gak akan diterima lagi.

Tentunya ketika kehilangan fasilitas-fasilitas yang berderet ini, kamu harus siap dengan konsekuensi yang menyertai. Misalnya, harus cari asuransi kesehatan pribadi atau gak terima THR saat Lebaran.

3. Kontribusi dalam keuangan keluarga

Pada saat bekerja dan memiliki gaji setiap bulan, seorang wanita karier sudah pasti memiliki yang namanya kemandirian fiansial. Mereka gak perlu tergantung dari pemberian suami atau siapapun karena sudah memiliki sumber penghasilan sendiri.

ibu rumah tangga
Wanita karier bukan berarti gak bisa jadi ibu rumah tangga lho! (Wanita Karier / kompas)

Dengan begitu, muncul rasa bangga karena bisa menghasilkan uang sendiri dan berkontribusi terhadap anggaran rumah tangga. Ini merupakan prestasi bagi perempuan, karena gak cuma bisa nyari nafkah, kita juga masih bisa mengurus anak, rumah, dan tetek-bengek lainnya.

Kalau udah gak bekerja, otomatis “kebanggaan” itu akan berkurang. Bukan berarti menjadi ibu rumah tangga itu gak membanggakan lho. Tapi wanita karier lebih memiliki kontribusi nyata terhadap keuangan keluarga jika bekerja.

Nah, kalau keputusan berpindah haluan dari wanita karier menjadi ibu rumah tangga sudah bulat, pastikan kamu sudah memiliki bekal tabungan untuk kondisi darurat. Dengan begitu, beban suami pun tidak akan terlalu berat ke depannya. Ini juga bisa diakali dengan menjadi ibu rumah tangga yang tetap bekerja dari rumah.

4. Hak mengajukan pinjaman dengan nama sendiri jadi lebih sulit

Tahu dong kalau bank menyediakan begitu banyak fasilitas pinjaman dan produk keuangan? Semua kemudahan tersebut tentunya gak begitu saja dengan mudah bisa kita nikmati. Ada syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh bank untuk memastikan kalau peminjam bisa dipercaya dan bertanggung jawab.

Bagi mereka yang memiliki status karyawan tetap dan pengusaha dengan usaha yang sudah berjalan tahunan, mungkin persyaratan dari bank tersebut bukan halangan. Sebab, mereka tercatat memiliki penghasilan tetap untuk membayar cicilan kredit. Namun gak demikian halnya dengan ibu rumah tangga

Bukan gak mungkin bagi seorang perempuan dengan status ibu rumah tangga memperoleh fasilitas pinjaman dari bank. Hanya saja persyaratannya tentu akan lebih sulit. Ini bukan diskriminasi ya, tapi bank butuh jaminan bahwa nasabah punya kemampuan finansial buat melunasi pinjaman.

ibu rumah tangga
AJuin pinjaman bank gak semudah goreng krupuk pastinya hehehe (Pinjaman Bank / depoknews)

5. Kesempatan untuk mengimplementasikan bidang ilmu

Memang sih yang namanya ilmu dan keahlian sejatinya akan kita bawa sampai menutup mata alias gak akan bisa hilang. Saat seorang wanita karier memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga, apa yang selama ini dilakukan dalam pekerjaannya secara profesional gak semata-mata hilang.

Yang mungkin terjadi adalah ia jadi kehilangan kesempatan untuk mengimplementasikannya lagi. Apalagi jika profesinya termasuk dalam bidang ilmu yang agak rumit dan jarang digeluti. Misalnya pilot, setelah jadi ibu rumah tangga, keahlian teknis dan penguasaan mesin pesawatnya mungkin sudah gak akan digunakan lagi saat jadi ibu rumah tangga.

Bukan bermaksud membandingkan mana yang lebih baik antara wanita karier atau ibu rumah tangga ya. Semuanya adalah soal pilihan hidup, jadi dikembalikan lagi ke individu masing-masing.

Yang penting adalah sesuaikan dengan kondisi masing-masing dan pertimbangkan juga pro dan kontranya. Jika merasa bisa menjalankan keduanya, kenapa gak? Namun jika sudah memutuskan untuk memilih salah satu saja dan fokus, ya silakan.

Pertimbangkan dengan bijak dan matang agar gak ada penyesalan di kemudian hari ya!

 

 

Yang terkait dengan artikel ini:

[ Jadi Ibu Rumah Tangga Wajib Pahami 6 Hal Ini Buat Bantu Suami]

[ Kartu Kredit Jika Dipegang Tangan Wanita Karir Jadi Musibah Atau Manfaat]

[ 6 Wanita Ini Punya Gaya Hidup Sederhana Walau Sukses Berlimpah Materi]

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *