6 Gangguan yang Sering Dialami oleh Orang Tua Baru

6 Gangguan yang Sering Dialami oleh Orang Tua Baru


Dok. 123RF

Kehadiran anak akan membuat Anda memiliki aktivitas yang berbeda, dibanding sebelumnya. Namun aktivitas menyenangkan seperti menyusui, bermain, atau menggendong anak, jika salah posisi,  bisa menyebabkan munculnya beberapa gangguan di tubuh Anda. Ini beberapa di antaranya dan cara mengatasinya yang antara lain dilansir dari www.todaysparents.com:

Leher  kaku
Aktivitas sehari-hari Anda, sebagai  ibu baru adalah menyusui. Aktivitas ini Anda nikmati betul. Membelai, menatap, dan mengajak bayi bicara. Tanpa sadar  Anda duduk dengan leher tanpa penyangga. Padahal, posisi ini jika dilakukan terus menerus bisa membuat leher Anda tegang. Dalam waktu yang lama Anda akan merasa tidak nyaman dan tenang saat memberi ASI. Padahal suasana hati Anda akan memengaruhi produk ASI Anda. 
Atasi dengan selalu mengganti posisi menyusui dan beri sandaran saat Anda duduk memberi ASI. Jika leher Anda kaku,  coba tundukkan kepala hingga menyentuh dada lalu tengadah. Bisa juga Anda memutar kepala ke kanan dan kiri. Masing-masing lakukan sebanyak 5 kali.

Nyeri  lutut
Sambil menyelesaikan pekerjaan, Anda bisa saja memberi anak mainan dan membiarkannya bermain di lantai. Namun, tak jarang Anda mendekatinya jika ia merengek atau bahkan menangis. Jadilah, di tengah kesibukan itu,  Anda berjongkok menenangkannya. Jongkok juga bisa Anda lakukan saat Anda bermain di lantai dengan anak. Anda memilih posisi itu juga bisa jadi karena lebih mudah beralih ke posisi duduk dibanding jika Anda duduk di lantai. Namun akibatnya Anda berisiko terkena patellofemoral, yaitu nyeri tempurung lutut dan tulang paha. Pada wanita diperburuk dengan adanya perubahan aligment dan melemahnya daerah panggul terutama setelah melahirkan.
Atasi dengan mengubah posisi dan lakukan peregangan di kedua kaki secara bergantian dengan cara meluruskannya sesering mungkin. Meluruskan kaki akan membantu menstabilkan kondisi lutut Anda yang ujungnya bisa mengurangi rasa nyeri.

Bahu tegang
Menggendong si kecil dengan mendudukkan di baju menyenangkan anak dan tentu saja Anda. Di atas bahu anak bisa melihat secara leluasa ke berbagai sudut tempat yang ia lalui. Apalagi jika sambil menggendongnya Anda memegang kedua tangannya sambil mengatakan, ayo, kita terbang. Masalahya jika itu dilakukan terlalu sering akan bisa mengubah postur dan harus menanggung beban yang berat yang bisa mengakibatkan leher kaku. 
Atasi dengan mengurangi waktu menggendong anak. Cukuplah satu dua menit saja. Da,  jika berat anda sudah lebih dari 10 kg sebaiknya Anda tidak melakukannya lagi. Selain leher Anda yang akan kaku, dikhawatirkan juga akan membuat posisi Anda tidak seimbang yang mengakibatkan anak jatuh.

Ibu jari dan pergelangan kaku
Kalau sedang buru-buru, nih, Anda dengan spontan menggendong anak di panggul, tanpa bantuan  gendongan.  Sementara  ibu jari Anda dan pergelangan tangan dalam posisi menekuk  menahan tubuh anak. Hal ini jika dilakukan terus menerus bisa mengakibatkan pergelangan tangan Anda menjadi kaku. Sebab ibu jari dan pergelangan itu ‘tugasnya’ melakukan aktivitas yang berkaitan dengan motorik halus, bukan kasar.
Atasi dengan menggunakan otot bicep, otot lengan bagian atas, untuk ubah posisi menggendong sesering mungkin. Lebih baik lagi jika Anda selalu menggendong  dengan bantuan kain gendongan yang sekarang bisa Anda dapatkan dalam berbagai bentuk dan motif beragam.

Back pain
Saat anak mulai melangkah satu dua langkah, Anda pun bersemangat melatihnya berjalan. Maka dengan gembira Anda pegang kedua tangannya. Dan Anda pun kerap mengambil mainan di lantai dengan cara membungkuk. Jika hal itu dilakukan terus menerus akan membuat Anda mengalami sakit pinggang di  bagian bawah.
Atasi dengan tidak mumbungkuk saat melatih anak berjalan. Juga sebaiknya mengambil mainan dengan cara menekuk kedua lutut dengan kedua  kaki di lantai bukan dengan membungkuk. Bisa juga Anda mulai membiasakan anak untuk mengambil mainan di lantai dan meletakan di tempatnya.

Tidur bersama
Berbagi tempat tidur dengan si kecil membuat Anda berdua tenang. Saat si kecil bangun tengah malam ingin menyusu, Anda tak perlu berdiri untuk menyusuinya, sebab ia ada di samping Anda. Namun posisi tidur yang umum dilakukan dengan bayi di samping adalah dengan meletakan tangan di atas kepala. Jika hal tersebut dilakukan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan impingement syndrome minor. Yaitu, gejala nyeri bahu yang timbul akibat adanya jepitan atau penekanan pada tendon (ujung otot) atau bursa (bantalan sendi) di sendi bahu bagian atas.
Atasi dengan selalu mengubah posisi tidur Anda. Tapi selalu hati-hati bahwa ada makhluk kecil di samping Anda. Lebih baik lagi jika Anda meletakkan bayi di bassinet, di samping Anda. Dengan begitu Anda bisa leluasa bergerak. Namun tak kesulitan meraih si kecil jika ia menangis.

(IAH/WIT)

Baca juga:
Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan?
Teknik Pikat Singkat, Hanya 10 Menit Tapi Nikmat
Manfaat Pijat Setelah Melahirkan Normal

 

 

Dipersembahkan oleh : TipsKeuangan.net

Silakan Share info ini jika bermanfaat untuk teman-teman Anda…

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *